Archive for July, 2006

Diakah Jodoh Anda ?

Sunday, July 23rd, 2006

Aku dapet e-mail ini dari temen. Kek-nya bagus juga  :D

–Start Here–

Pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris memberikan rahasianya:

Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3

Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4

Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Pertanda 6

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya? ;p

Tuhan Tidak Butuh Superman untuk Melakukan Mujizat

Sunday, July 23rd, 2006

Alkitab mencatat bahwa TUHAN Allah memakai orang-orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.

Mulai dari pada mulanya, TUHAN tidak membuat manusia dari emas & permata yang berharga.

TUHAN memakai debu tanah yang tidak berharga untuk menjadi manusia yang sangat berharga.

Abraham adalah seorang penakut, tetapi TUHAN Allah menjadikannya bapak orang percaya.

Yakub adalah seorang penipu, tetapi TUHAN Allah menjadikannya seorang yang menjadi berkat.

Musa adalah seorang buronan yang melarikan diri, tetapi TUHAN Allah menjadikannya nabi besar.

Daud adalah penggembala domba yang miskin, tetapi TUHAN Allah menjadikannya raja yang penuh kemenangan.

Petrus, seorang yang mudah berubah dan asal bunyi, tetapi TUHAN Allah
menjadikannya pemimpin umat. Paulus, seorang perfeksionis yang kejam,
tetapi TUHAN Allah menjadikannya penginjil yang penuh kasih.

Semua orang-orang itu adalah orang-orang biasa yang penuh dengan
kekurangan, sama seperti kita. bedanya adalah mereka mendengar, mereka
percaya dan mereka melakukannya.

Alkitab adalah sebuah pengharapan bagi orang-orang yang kecil dan tidak berarti.

TUHAN Allah yang dikenal dalam nama Yesus kristus itu sanggup mengubah orang kecil menjadi orang besar.

Kuncinya adalah MENDENGAR, PERCAYA dan LAKUKAN. Di dalam IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH.

Mendengar dengan iman, percaya akan pengharapan, dan lakukan dengan kasih

BAGAIMANA CARANYA TUHAN ????

ini adalah pertanyaan yang timbul di dalam hati kita.

Musa pernah menanyakan hal yang sama, bagaimana caranya, siapa yang akan menganggap saya, siapa yang mau mendengarkan saya.

APA YANG ADA PADAMU ???

ini adalah pertanyaan TUHAN yang menjadi jawaban bagi kita.

Musa menjawab, "tongkat"

Seorang Janda yang menghidupi Elia menjawab, "sepotong roti dan sedikit

minyak"

Murid2 Yesus menjawab, "5 roti dan 2 ikan"

YES !!!

TUHAN tidak meminta sesuatu yang tidak ada padamu,

TUHAN memakai apa yang ada padamu.

TUHAN memakai tongkat tua Musa untuk membelah lautan, TUHAN memakai 5

roti dan 2 ikan kecil untuk memberi makan 5000 orang.

kamu mungkin berkata "saya ini bodoh TUHAN, Cuma lulusan SD"

kamu mungkin berkata "saya ini masih anak kecil TUHAN"

kamu mungkin berkata "saya ini miskin TUHAN"

kamu mungkin berkata "saya sudah tua TUHAN"

bagi TUHAN TIDAK MASALAH.

TUHAN tidak butuh superman untuk melakukan mujizat, justru TUHAN
hobby memakai orang2 yang tidak dianggap, orang2 terbuang untuk menjadi
berkat yang luar biasa.

Batu yang dibuang oleh tukang bangunan dijadikan batu penjuru oleh TUHAN.

dalam ketidak sempurnaan kita, kuasa TUHAN sungguh nyata sempurna

Praise the LORD oh Soul..

Adakah Yang Mendoakan Kita

Wednesday, July 19th, 2006

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi
dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat
orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang
Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50
orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika
dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau
akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23.00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan
antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih?
pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya
lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa
pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling
mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang
yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya
mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat
kesembuhanmu".

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan
layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di
layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2
orang

anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu
memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak
putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2.00 subuh, "
Tuhan, aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah
yang baik!

Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak
jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya
untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar
dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau
titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba
tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya
berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di
pipinya yang kelihatan

tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi
pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah
suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan
malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak
padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi,
melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,
penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak
mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku,
kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa
buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka
tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat
ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan
yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah
malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat
anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung
tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga
tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat
berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau
tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam
24:00".

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya
siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan
suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan
yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari
popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor
luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di
koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU,
setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma
adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak
panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir
itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia,
mungkin saja

pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan
baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Tuhan memberkati

Sumber: Renungan di http://www.terangdunia.com

Mother Teresa

Monday, July 17th, 2006

Mother Teresa,
Aku salut banget ma beliau. Beliau ini salah satu tokoh agama yang paling aku salutin. Itu makanya waktu aku baca profilnya di http://www.terangdunia.com, aku terinspirasi untuk ngopi-nya ke blog aku..

Mother Theresa lahir pada tanggal 27 Agustus 1910 di kota Skopje (Yugoslavia) dengan nama Agnes Gonxha Bojaxhiu. Orang tuanya berasal dari Albania.
Pada usia 18 tahun gadis Agnes masuk orde Zuster van Loreta di kota Dublin, Irlandia, yang aktif dengan pengiriman misi ke India. Setahun kemudian Agnes dikirim oleh ordonya ke Cacutta di India dan sejak itu memakai nama zuster Theresa.

Sejak tahun 1946 pada usia ke-36, zuster Theresa menjadi guru di Sekolah Menengah St. Mary’s di Calcutta. Zuster Theresa juga banyak menolong orang sakit, terutama anak-anak. Karenanya anak-anak di Calcutta sangat menyayangi zuster Theresa dan memanggil beliau dengan sebutan akrab, Mother Theresa. Syukur alhamdulilah, masyarakat Hindu India tidak kerdil jiwanya, sehingga Mother Theresa tidak dituduh hendak "mengkristenkan" India. Orang Hindu India lebih menghargai karya kemanusiaan Mother Theresa ketimbang meributkan perbedaan agama.

Tahun 1948 pada usianya yang ke-38, Mother Theresa bernaturalisasi menjadi WN India. Di tahun itu juga Mother Theresa meninggalkan ordonya untuk hidup di tengah-tengah orang miskin dan memilih memakai pakaian khas India, gaun sari putih sederhana dengan kerudung kepala bergaris biru di sekitar kepalanya. Beliau sudah menguasai bahasa Bengal secara fasih. Gadis-gadis Calcutta muda usia yang terkesan ke pada karya sosial Mother Theresa menawarkan tenaganya secara spontan untuk membantu. Grup sukarelawati India itu berkembang pesat, sehingga pada tahun 1950 sebuah ordo baru pun lahir dengan nama "Missionarissen van Naastenliefde" (Misionaris Kasih Sayang Sesama). "Kasih sayang terhadap sesama" memang adalah inti dari ajaran agama Katolik.

Ordo baru "Misionaris Kasih Sayang Sesama" di India itu telah diakui resmi oleh Vatican, karenanya kini berada dalam struktur organisasi Gereja Katolik Roma.

Mother Theresa, 1910 - 1997.
Ordo baru asuhan Mother Theresa itu hanya mempunyai satu misi, yaitu menolong kaum miskin yang paling miskin di Calcutta/India. Kemudian misinya berkembang sampai ke luar India, di beberapa negara didirikan klinik, barak penampungan orang miskin, dapur umum, panti asuhan dll. Di tahun 1979 Mother Theresa menerima Nobel Perdamaian. Almarhum Sri Paus Johannes Paulus II yang sangat terkesan dengan karya Mother Theresa, telah menyediakan waktunya beberapa kali untuk menerima audiensi Mother Theresa di Vatican.

Tahun 1997 Mother Theresa wafat dalam usia 87 tahun di Calcutta, kota di mana beliau menghabiskan sebagian besar dari hidupnya untuk berkarya, menjalankan kasih sayang Tuhan. Karya Mother Theresa kini dilanjutkan oleh zuster Nirmala, orang asli India.

Pemerintah Albania telah menambah satu hari libur nasional ekstra, yaitu tanggal 19 Oktober, hari ditentukannya Mother Theresa sebagai "orang suci" oleh almarhum Sri Paus Johannes Paulus II, enam tahun setelah wafatnya Mother Theresa. Buat Albania, tanggal 19 Oktober 2003 adalah juga permulaan dari pesta nasional setahun penuh yang dinamakan The Year of Mother Theresa. Karena belakangan kota Skopje di Albania menjadi ibukota negara Macedonia, maka sempat terjadi ketegangan antara Albania dan Macedonia, masing-masing meng-claim Mother Theresa sebagai berasal dari negaranya. Beruntung keributan itu tidak berlanjut. Albania menyebut Mother Theresa sebagai "tokoh rakyat Albania", sedangkan Macedonia mengelu-elukan beliau sebagai "putri dari Macedonia".

Apa pun yang terjadi, Mother Theresa telah berbuat banyak buat sesama manusia, karya seni ciptaan Allah yang paling sempurna ini. KASIHILAH SESAMAMU, MAKA KAU TELAH MENGASIHI TUHAN ALLAH-MU.

Sumber : http://lilin-hidup.blogspot.com

Ceroboh banget sih akuuuuuuu…………

Wednesday, July 12th, 2006

Anak jaringan macam mana pula’ aku ini.

Bisa2nya aku nge-delete all partition.. =)
Maluuuuuuuu…

Ceritanya gini..
Sebelum berangkat KP, Linuxku itu Grub (tau grub khan??).

Penyebabnya, waktu nge-burn, aku maksa banget ngejalanin berbagai macam program (Aku dah lupa program2 apa aja yang aku jalanin waktu itu. Yang pasti salah satunya WMP :D)

Akhirnya, karna aku gak sabaran klik sana dan klik sini, PC-ku hang.
Waktu aku reboot, Linuxnya dah grub.. :(
Untung waktu itu dah mo KP, jadi aku gag terlalu pusing lagi mikirin itu.

Nah, pulang dari KP, ternyata PC-ku gag ada yang make (Sapa pula’ yang mau make PC yang grub gitu :D).
Tapi karna malasnya aku, tetep aja linuxnya gag kuinstal ulang. Toh dengan perintah2 ini bisa masuk ke-XP kok.

grub>rootnoverify (hd0,0)
grub>makeactive

grub>chainloader +1
grub>boot

Nah, kemaren waktu mo implementasi IPv6 (topik TA-ku), baru deh aku kelabakan mo nginstal Linux + Windows 2003 lagi (ternyata windows 2003 juga rusak.. hehe, lengkap sudah penderitaanku).

Dimana letak kecerobohanku???

Nah ini dia nih yang malu2in, waktu nginstal FC5, dengan santainya aku me-next-kan aja waktu ada pilihan delete all partition.
Yang artinya semua partisi yang ada di HD-ku (C, D, E) di format ulang..

Gila nda aku????? (Hilanglah sudah semua data2-ku yang kira2 udah 10 GB.. Untung aja yang penting2 dah ku-backup waktu mo berangkat KP)

Mungkin kalo aku admin di suatu perusahaan yang PC-nya berisi data penting kayak gitu, trus nasibnya aku buat kayak PC-ku itu, pasti aku di pecat saat itu juga.. hehehe…

Tapi nda papalah..
Pengalaman itu khan guru yang paling baik. So, lain waktu gak gitu lagi deh… Ampuuuuunnnnnnnnnnnnn… :D

Sudahlah, yang penting sekarang PC-ku jadi cepat… hehehehehe.. Gag lambat lagi. Programnya udah sedikit + HD-nya kosong + Linux-nya pake FC5 (Bener2 gag tau malu ni anak… :p)

OK deh..
Aku gi pengen curhat ttg kecerobohanku aja. Biar yang  lain gag ngulangin kesalahan yang sama :D

Bye…

Mahalnya Sebuah Karir Untuk Wanita

Monday, July 10th, 2006

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah
Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang
menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya
saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti
sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang
berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika.

Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya
saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami
kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi
berat dan

Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik
kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa
lagi yang bisa saya harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan
kepergian Bik Inah pembantu kami.

Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.

Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa
membawa dampak begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi
kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni
berumur 2 tahun.

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu
kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya
baca setelah ia meninggal.

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah,
berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.

Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan
dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu)

Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku
hariannya "Hari ini Mama sakit di Rumah sakit" , hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.

Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami
saya.

Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak
berpikir tentang

keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian,
bahkan mungkin lebih.

Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk
memikirkan urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara
keluarga, namun

sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika
hari Senin

tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang
terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya
untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya
anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.

Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih
membesarkan kami 6 orang anaknya.

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu
itu katanya

sangat baik.
Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi
karir dan

penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti
bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana
kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya
saya sekolah tinggi-tinggi?.

Meski sebenarnya suami saya juga seorangyang cukup mapan
dalam karirnya dan penghasilan.

Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih
perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali
seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu
untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan
"kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu
menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan
berjalan

begitu cepat sebelum saya sempat tersadar. Maya berubah
dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.

Dan saya tidak mengetahuinya!!! Sebuah sindiran dan protes
Maya saat ini selalu terngiang di telinga.

Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja
dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya,
setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan
maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan
Maya.

Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya
semua

terjadi, setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua
minggu, bik Inah

meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni
malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.

Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah
dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik
Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.

Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada
kami. Dari sini

saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka,
sudah seperti ibu kandungnya menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas
melahirkan mereka saja ke dunia.

Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya
sering saya amati

Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami
sekeluarga ke desa bik Inah.

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara
pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah
dan belajar di pesantren.

Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu
padahal dia

paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya
atau ayahnya.

Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah,
Bagas, Doni dan Maya

tersenyum bersama.

Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu
dan seingat

saya itulah foto terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan
shock, kami

sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di
Jakarta.

Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya
kembali berkutat dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata
tercurah.

Maya menulis :
"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus
siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut
Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang
Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak
bisa tidur……….Ya Tuhan , Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah
itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya
sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang
saya rela berkorban apa saja untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron
di TV dan

saya pemeran utamanya.
Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui
siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil
pelajaran darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh
tiada terbayang beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan
"prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya
seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy
untuk

menentramkan hati saya.

Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini
semua.

Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus
kesalahan saya,

karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa
anda mempercayainya, tapi inilah faktanya.

Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.

Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk
suami dan

Doni.

Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan
amanahNya pada saya.

Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan
seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh
tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan
buah hatiku tentram di sisiMu".

Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.

Sumber: http://www.terangdunia.com/viewer_materi.php?id=1585

Seminar hari ini…

Monday, July 10th, 2006

Auch ah… tadi aku rada2 grogian waktu presentasi.. :(
Sebelllllllllllllllll.. padahal tadi waktu latihan, ngomongnya dah lancar dan bahasa inggrisnya juga gak terlalu belepotan.
Tapi tadi.. Hiks.. kok bisa grogi sih ly…..
Mana tadi tiba2 ada pergantian penguji lagi..

But, puji Tuhan seminar hari ini dah lewat. Walopun hasilnya gag terlalu memuaskan.
Yang paling penting itu, kami jadi tau apa2 aja yang perlu kami perbaikin.

Ternyata masih banyak hal yang belum kami ketahui..
Semangat Glory…
n’ Keep praying

Jesus Bless U

Seminar Tugas Akhir..

Sunday, July 9th, 2006

Wuah…. Gag nyangka kalo besok aku udah harus seminar tugas akhir, tahap awal sebelum Sidang Tugas Akhir.
Kalo kata tim JTFP (Job Training Final Project-red) komposisi penilaian seminar besok 30% dari seluruh nilai Tugas Akhir kami.
Tapi aneh banget aku ini, persiapanku untuk presentasi besok gag terlalu mateng.
Nda’ tau napa aku kayak kurang semangat gitu.. mana bahasa inggrisku juga agak2 belepotan lagi :(

Mudah2an aja waktu yang tinggal sedikit untuk mempersiapkan seminar ini bisa aku gunain sebaik mungkin..

Jesus I need YOU to support me..

I know that YOU will be there for me.